Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Saat Upaya Preventif Justru Membuka Celah: Paradoks Narasi Salafi terhadap Syiah di YouTube Pasca Konflik Iran-Israel

Gambar
  Bayangkan Anda seorang dokter yang datang ke kerumunan orang yang sedang menangis karena menyaksikan kebakaran besar di kampung tetangga. Di tengah kesedihan itu, alih-alih ikut berduka atau membantu memadamkan api, Anda justru berteriak: "Hati-hati, jangan minum obat tradisional!" Apa yang terjadi? Kemungkinan besar, orang-orang itu bukan hanya mengabaikan Anda—mereka akan marah, dan sebagian mulai bertanya-tanya: sebenarnya dokter ini berpihak pada siapa? Inilah, kira-kira, yang terjadi di kolom komentar YouTube Indonesia pasca konflik Iran-Israel 2026. Sebuah penelitian akademis menganalisis 2.689 komentar dari enam video YouTube bertema Salafi-Syiah dan menemukan sesuatu yang mengejutkan: semakin keras kelompok Salafi mengkampanyekan bahaya Syiah, semakin kuat pula simpati netizen terhadap Syiah. Pesan yang dimaksudkan sebagai vaksin justru berfungsi sebagai katalis. Apa yang Sebenarnya Terjadi? Ketika Iran melancarkan serangan ke Israel pada awal 2026, mayoritas Muslim...

Mengoreksi Tuhan

Gambar
Tuhan menganugerahkan akal pada manusia supaya berpikir dan lebih spesial dibandingkan hewan. Namun apalah daya manusia suka melewati batas, melihat larangan sebagai pembolehan. Semakin menggunakan akal, semakin mencari alasan untuk merasa dirinya paling berhak berpikir dan dunia harus mengikuti pemikirannya. Akal yang difungsikan untuk waras malahan memabukkan bagi yang overdosis. Bermunculan pemikir-pemikir yang mendorong manusia mengikuti buah pikir yang berusaha mengoreksi Tuhan seakan Tuhan tak sempurna mencipta. Veganisme berkata bahwa manusia sepantasnya tidak memakan daging karena itu  melanggar hak asasi hewan. Hewan sepantasnya disayangi, dihormati, dibiarkan hidup. Sekilas ada benarnya kata-kata itu, ditambah bila kita melirik bagaimana hewan domestik diberlakukan bagai bukan makhluk hidup. Awal yang baik, tapi berujung pada menyudutkan nilai agama. Islam m...