Saat Upaya Preventif Justru Membuka Celah: Paradoks Narasi Salafi terhadap Syiah di YouTube Pasca Konflik Iran-Israel

Gambar
  Bayangkan Anda seorang dokter yang datang ke kerumunan orang yang sedang menangis karena menyaksikan kebakaran besar di kampung tetangga. Di tengah kesedihan itu, alih-alih ikut berduka atau membantu memadamkan api, Anda justru berteriak: "Hati-hati, jangan minum obat tradisional!" Apa yang terjadi? Kemungkinan besar, orang-orang itu bukan hanya mengabaikan Anda—mereka akan marah, dan sebagian mulai bertanya-tanya: sebenarnya dokter ini berpihak pada siapa? Inilah, kira-kira, yang terjadi di kolom komentar YouTube Indonesia pasca konflik Iran-Israel 2026. Sebuah penelitian akademis menganalisis 2.689 komentar dari enam video YouTube bertema Salafi-Syiah dan menemukan sesuatu yang mengejutkan: semakin keras kelompok Salafi mengkampanyekan bahaya Syiah, semakin kuat pula simpati netizen terhadap Syiah. Pesan yang dimaksudkan sebagai vaksin justru berfungsi sebagai katalis. Apa yang Sebenarnya Terjadi? Ketika Iran melancarkan serangan ke Israel pada awal 2026, mayoritas Muslim...

Di Sini (Sebuah Permulaan Dunia Kepenulisan dalam Hidup Penulis)

 Ini bukanlah buku novel meski terlihat seperti itu pada sampulnya. Kisah di balik buku ini bermula saat penulis ingin memulai langkahnya untuk masuk ke dunia kepenulisan dengan menulis sebuah kata-kata singkat, padat, dan bermakna. Ditulis di catatan buah pikir itu lalu disebarkan lewat postingan di Instagram. Tapi dirasa bila hanya ditulis di catatan dan tak pernah dicetak mungkin tak akan membuahkan hasil banyak (hanya sepeser like tanpa membacanya. Mungkin). Maka, mulai dari situ penulis mulai menyusun kata-kata dari catatan abstrak itu kemudian ditambah dengan penjelasan agar mudah dipahami dan agar memenuhi kriteria sebuah buku (biasanya minimal halaman buku adalah 100 halaman).

Mengapa harus baca buku ini?

Apa yang dibahas di buku ini? Penulis banyak menorehkan nasihat sebagai solusi dari apa yang dia lihat di sekitarnya sehingga di dalamnya terkesan random karena ditulis sesuai yang kejadian yang dilihatnya. Kehidupan itu abstrak. Namun, dari abstraknya tulisan ini tetap memiliki benang merah yang dapat disimpulkan, yaitu mengenai kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama, mulai dari hubungan dengan Allah hingga hubungan dengan manusia, tentang cinta hingga tentang harapan, dan masih banyak hal lagi yang mungkin kamu butuhkan. Itulah alasan mengapa kamu harus memilikinya.

Kisah di balik judul?

Apa maksud “Di Sini”? Sebenarnya, judul awal buku ini adalah “Kamu Pasti Butuh”. Tapi, menurut ayah penulis “itu terkesan menggurui dan mungkin orang pun tak semuanya butuh dengan buku ini.” Walau menurut penulis “semuanya membutuhkan ini karena nasihat berguna bagi setiap muslim.” Akhirnya, ayah penulis mengusulkan judul “Di Sini” sebagai makna penulis yang “merenungi lingkungan dan duduk di sini, di tempat dia menulis atau di buku yang dia tulis.”

"Dunia tempat lika-liku tak menentu. Rasa takut akan mati tak terbendung. Tak ada yang berdiri tegak selama pada bumi masih dipijak. Hanya alam baka yang bisa disandarkan. Dunia menipu."

        Buku ini cocok untuk anak muda dikarenakan bahasanya yang ringan serta tata letak yang nyaman di mata. Bagimu yang senang membaca, buku ini cocok terpampang di rak bukumu. Buku ini diterbitkan oleh Mulya Bookstore dan memiliki tebal 216 halaman.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepas Penutup Mata (Sebuah Cerpen Kritik Sosial)

Saat Upaya Preventif Justru Membuka Celah: Paradoks Narasi Salafi terhadap Syiah di YouTube Pasca Konflik Iran-Israel

Pemilu (dari mata orang sok tahu)