Dajjal & Penemuan Terakhir Umat Manusia

Gambar
  Kita mengenal sosok-sosok fenomenal yang mengaku sebagai tuhan dalam kisah para Nabi, yaitu Firaun dengan Nabi Musa dan Namrud dengan Nabi Ibrahim. Kenapa dua tokoh ini terdorong untuk mengakui dirinya sebagai Tuhan? Manusia dianugerahi tiga kemampuan makhluk sekaligus: kemampuan nabati untuk bertumbuh, kemampuan hewani untuk bereproduksi dan bergerak, dan kemampuan ilahi berupa kecerdasan dan hikmah. Bukti bahwa manusia diberi akal ilahi tampak ketika penciptaan Adam, saat Allah mengajarkan seluruh ilmu dan nama yang ada di alam semesta. Karena itu, manusia menjadi makhluk fisik yang menanggung tanggung jawab moral dan amanah khilafah di muka bumi, yakni menjaga alam, bukan mengeksploitasinya (Azizah et al., 2024).   Akan tetapi, manusia pun memiliki dua potensi sekaligus, yaitu baik dan buruk, yang membuat kekhawatiran para malaikat bahwa manusia akan didominasi oleh sisi buruknya lalu berbuat kerusakan dan menumpahkan darah (Hussain, 2025). Manusia tidak dibiarkan begit...

Hampa

Semesta kita ini dipenuhi ruang kosong yang hampa, bahkan cahaya pun mampu terlihat jalannya meskipun kecepatannya sangatlah kencang. Semesta yang luas sangatlah wajar bila memiliki banyak ruang hampa, tapi apakah wajar bila di pikiran ada ruang sehampa semesta?

Aku terbangun setiap hari dalam suasana yang hampa, membuka mata seakan aku tak bisa melihat apa-apa, tak bisa melihat suatu hal yang bermakna. Aku selalu menyalahkan rantau atas kekosongan ini. Aku selalu mencari jalan untuk keluar dari ruang hampa ini, tapi aku belum menemukan cahaya.

Ingatkah bahwa harapan digambarkan dengan bintang yang tinggi nan bercahaya? Kita dimotivasi untuk terus meninggikan harapan, karena bila jatuh akan berserakan di antara hamparan bintang.

Tapi gambaran itu memanglah nyata. Aku pergi untuk mencari mimpi, untuk menggenggam bintang dan memberikannya pada para pengharap.

Aku pergi dari bumi, meloncat jauh ke seantero alam. Dan aku barulah sadar bahwa semesta itu luas dan bintang berada di antara hampanya ruang. Aku terjebak di lakuna. Harapanku jatuh berserakan di antara ruang hampa yang gelap ini.

Semenjak itulah, aku sadar bahwa kesulitan mencari harapan adalah bukan pergi mendekatinya, tapi berjuangan terlepas dari ruang hampa ini. Berjuang melawan malas, berjuang melawan semrawut, berjuang melawan diri yang melayang tanpa kejelasan hingga kapan, berjuang kembali ke arah yang benar.

Bintang, kumohon engkau tuk menunjukkan
Cahayamu telah menjadi arah bagi para pengembara
Kini bawalah aku menujumu
Menjadi harapku dan kubawa untuk ibuku
Bintang, yang selalu dinyanyikan syahdu sebelum lelap
Sebagai makna tingginya cita dan asa
Kembalikanlah aku ke jalan orang yang menangisi kepergianku

Satu hal yang kutakutkan kini: takut pulang tak membawa apa-apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepas Penutup Mata (Sebuah Cerpen Kritik Sosial)

Dajjal & Penemuan Terakhir Umat Manusia

Saat Upaya Preventif Justru Membuka Celah: Paradoks Narasi Salafi terhadap Syiah di YouTube Pasca Konflik Iran-Israel